Showing posts with label Selandia Baru. Show all posts
Showing posts with label Selandia Baru. Show all posts

Saturday, March 30, 2013

5 Alasan Memilih Belajar di Selandia Baru

Selama ini, sebagian besar orang selalu mengincar peluang melanjutkan studi ke benua Eropa, Amerika, atau terbatas hanya di Australia saja. Padahal, tidak jauh dari negeri kanguru tersebut, terdapat satu negara kecil yang juga memiliki kualitas pendidikan tidak kalah dengan pendidikan di negara lain.

Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, David Taylor, mengatakan bahwa ada lima hal yang menjadi
keunggulan belajar di Selandia Baru. Untuk itu, bagi para calon mahasiswa yang sedang mencari gelar master atau ingin melakukan penelitian, tidak ada salahnya untuk membidik Selandia Baru sebagai sasaran.

http://www.acehscholarships.com/2013/03/5.Alasan.Memilih.Belajar.di.Selandia.Baru.html
Shutterstock

"Ada alasan yang membuat Selandia Baru layak menjadi tujuan belajar. Sudah ratusan ribu orang lintas benua belajar di Selandia Baru," kata Taylor saat jumpa pers di Kedutaan Besar Selandia Baru, Jakarta, Kamis (7/3/2013).

Berikut lima keunggulan dari belajar di Selandia Baru:

1. Kualitas pendidikan yang baik

Sebagai salah satu negara persemakmuran Inggris, kualitas pendidikan yang ditawarkan tidak jauh berbeda dengan Inggris karena sistem yang dianut diadopsi dari sistem pendidikan Inggris yang menawarkan World Class University. Selain itu, fasilitas pendidikan dan perpustakaannya lengkap sehingga memudahkan mahasiswa dalam menyelesaikan tugas.

2. Biaya kuliah dan biaya hidup yang murah
Untuk biaya kuliah, Selandia Baru memiliki penawaran menarik untuk masyarakat Indonesia, yaitu kebijakan pemerintah yang mengenakan biaya domestik untuk mahasiswa internasional di seluruh universitas Selandia Baru. Dengan demikian, mahasiswa hanya membayar sesuai dengan biaya kuliah di universitas negeri di Indonesia. Untuk biaya hidup, apabila dibandingkan dengan negara lain, maka Selandia Baru jauh lebih murah. Hal ini berhubungan dengan kurs dollar Selandia Baru terhadap rupiah yang memang jauh lebih rendah dibandingkan dengan dollar AS, euro, atau poundsterling.

3. Lingkungan yang menyenangkan
Tidak hanya lingkungan belajar saja yang menyenangkan, lingkungan sosial di Selandia Baru juga sangat menyenangkan dengan penduduk yang ramah. Berbagai macam hiburan dan tempat wisata yang beragam bisa dijadikan pilihan saat waktu luang. Untuk mahasiswa Indonesia, meski jumlahnya sedikit, tetapi kekeluargaan yang dijalin dengan sesama Indonesia maupun mahasiswa lain biasanya sangat kuat.

4. Hubungan yang dekat antara mahasiswa dengan dosen
Jika biasanya mahasiswa segan untuk banyak berbicara dengan dosen, maka di Selandia Baru justru mahasiswa didorong untuk lebih banyak berkomunikasi dengan dosen. Tujuannya untuk membuka wawasan pengetahuan yang belum dipahami. Dosen juga biasanya lebih terbuka, dan menyempatkan waktu bertemu dengan mahasiswanya di lokasi yang sesuai untuk belajar.

5. Peluang kerja terbuka lebar bagi lulusan Selandia Baru
Banyaknya jurusan yang ditawarkan di Selandia Baru dan kualitas pendidikan yang bermutu, membuat lulusan dari Selandia Baru banyak dicari sehingga tidak kesulitan mendapatkan pekerjaan. Bahkan, tidak sedikit mahasiswa luar yang belajar di Selandia Baru langsung lanjut bekerja di negeri kiwi ini.

Tuesday, March 26, 2013

50 Beasiswa Pascasarjana dari Pemerintah Selandia Baru

Kedutaan Besar Selandia Baru menawarkan 50 beasiswa bagi mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi di Negeri Kiwi tersebut. Program beasiswa ini merupakan bentuk semangat Selandia Baru untuk ikut mengembangkan pendidikan bagi masyarakat Indonesia.

Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, David Taylor, mengatakan bahwa jumlah beasiswa ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Sebelumnya, Kedutaan Besar Selandia Baru hanya menyediakan 15 beasiswa. Namun, karena besarnya minat para calon mahasiswa, kuotanya ditingkatkan menjadi 50 beasiswa.

"Bisa diajukan sekarang hingga April mendatang dan kuliahnya akan dimulai tahun depan. Lebih lengkap bisa buka situs resmi kedutaan," kata Taylor saat jumpa pers di Kedutaan Besar Selandia Baru, Jakarta, Kamis (7/3/2013).

Program ini sendiri bekerja sama dengan ASEAN sehingga diberi nama Selandia Baru-ASEAN Scholars. Beasiswa ini terbuka untuk program master dan doktor di Selandia Baru. Kandidat yang berhak mendaftar juga boleh berasal dari berbagai kalangan, seperti dari sektor masyarakat umum, swasta, dan sipil yang memang bergerak untuk pengembangan Indonesia.

Sayangnya, ketersediaan beasiswa ini masih terbatas pada jenjang master dan doktor saja. Untuk jenjang sarjana atau S-1, pihak Selandia Baru belum mengakomodasi beasiswa sehingga apabila berminat kuliah di Selandia Baru untuk mengambil gelar sarjana, biasanya calon siswa harus mengeluarkan biaya sendiri.

"Untuk S-1, kami memang belum buka kesempatan beasiswa karena dari segi kualifikasinya lebih banyak sehingga kami pilih master dan doktor dulu," jelas Taylor.

Apabila berhasil menempuh proses untuk memperoleh beasiswa, Pemerintah Selandia Baru akan menanggung penuh biaya pendidikan dan akomodasi selama di sana. Dengan demikian, siswa dapat fokus belajar tanpa perlu memikirkan masalah keuangan.

"Kalau dapat beasiswa, biasanya akan kami tutup biaya pendidikannya sehingga yang bersangkutan tak lagi terbebani," tandasnya.

Saturday, October 13, 2012

Ini Alasan untuk Lanjutkan Studi ke Selandia Baru

shutterstock
Selandia Baru dan Indonesia memiliki hubungan bilateral dalam sektor pendidikan tinggi yang makin baik. Usai menandatangani nota kesepahaman dengan Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, beberapa waktu lalu, Selandia Baru akan menjadi salah satu negara tujuan yang diserbu para pelajar Indonesia.

Salah satu kebijakan pemerintah Selandia Baru yang menguntungkan untuk mahasiswa internasional adalah standar biaya pendidikan yang akan disamakan dengan warga lokal. Dengan keunggulan yang sama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, biaya studi di Selandia Baru tergolong jauh lebih murah dibandingkan di Australia.

"SPP di Selandia Baru sangat murah karena dianggap sama dengan mahasiswa domestik. Pemerintah memberikan subsidi untuk itu sehingga diharapkan dengan ini mahasiswa yang belajar di Selandia Baru semakin banyak," kata Duta Besar Selandia Baru untuk ASEAN, David Taylor di Gedung JICA Kemendikbud, Jakarta.

Untuk program master kelas regular, biaya pendidikan berkisar mulai dari 13.000-50.000 dollar Selandia Baru. Selain itu, selalu ada beberapa program istimewa khusus untuk mahasiswa program master atau doktor yang mampu memberikan kontribusi, misalnya mengajar di masyarakat.

Beasiswa tentu juga ditawarkan. David menjelaskan dalam waktu dekat ini ada 10 tenaga pendidik yang mendapat beasiswa untuk belajar di Selandia Baru melalui kerja sama dengan Kemendikbud.

"Di bidang perguruan tinggi di politeknik antara Indonesia dengan Selandia Baru, kita akan tingkatkan beasiswa," tambahnya.

Ide-ide segar

Sebagai negara dengan usia muda dan bebas dari tradisi-tradisi pengikat, Selandia Baru telah berhasil mencapai kemandirian dalam perjalanannya. Semangat membuat negara yang dikenal sebagai penghasil kiwi ini sebagai sumber alami bagi munculnya ide-ide segar.

“Cara berpikir yang inovatif ini dicerminkan dalam cara kami mengajar dan belajar. Sistem pendidikan kami mengutamakan cara pemikiran dan praktek pengajaran yang inovatif yang jauh melampaui cara belajar menghafal,” tuturnya.

Namun, dia menjelaskan, sebagai bekas jajahan negara Inggris, Selandia Baru memiliki sistem pendidikan berdasarkan sistem prestisius Inggris. Fasilitas, sumber, and staf pengajar yang disediakan memiliki sertifikat atau kualifikasi yang dihargai dan dapat dipindahkan/dimanfaatkan di seluruh dunia.

David mengatakan, Penilaian Pelajar Internasional atau Programme for International Student Assessment (PISA) yang melakukan survei tiga tahunan mengenai taraf prestasi pelajar dari pelajar berusia 15 tahun di negara-negara OECD menempatkan sistem pendidikan Selandia Baru sebagai salah satu yang bergengsi. Selandia Baru secara konsisten duduk di peringkat atas survei terhadap prestasi pelajar.

“Dalam kajian PISA yang paling akhir, para siswa di selandia baru yang berumur 15 tahun itu sudah berperingkat kedua dalam kemampuan membaca, dan peringkat ketiga di dunia dalam ketrampilan matematikanya,” ujar David lagi.

David juga menjelaskan bahwa universitas-universitas Selandia Baru masuk dalam 500 besar survei internasional, seperti The Times Higher Education Supplement dan Shanghai Jiao Tong.

“Tidak hanya itu, di Selandia Baru juga setiap pelajar akan dapat menikmati lingkungan yang menunjang pembelajaran. Di dalam kelas-kelas yang kecil, para pelajar menerima lebih banyak perhatian secara pribadi dari guru-guru mereka daripada yang akan mereka peroleh di bagian dunia lainnya,” paparnya lagi.

Para pelajar internasional akan memperoleh pendampingan secara pribadi yang tidak terbatas oleh tembok kampus. Mahasiswa internasional berhak atas pendampingan di dalam dan di luar ruang kelas.

sumber : edukasi.kompas.com