Showing posts with label News. Show all posts
Showing posts with label News. Show all posts

Sunday, April 7, 2013

10 Bahasa Asing Yang Berguna Dipelajari

Belajar bahasa asing kini menjadi tren tersendiri di Indonesia. Tak cukup hanya menguasai bahasa Inggris saja, banyak orang, dari anak-anak hingga dewasa mulai membekali diri dengan bahasa asing lain.
Bagi anda yang masih bingung mencari bahasa asing apa yang bisa menjadi pilihan untuk dipelajari, maka simak hasil survei yang dilakukan oleh CBI Education & Skills Survey 2012 terkait bahasa yang berguna untuk dipelajari.

Berikut 10 bahasa yang patut dipilih:
http://www.acehscholarships.com/2013/04/10-Bahasa-Asing-Yang-Berguna-Dipelajari.html


1. Jerman. 
Di urutan pertama, tentu saja ada bahasa Jerman. Bahasa ini menjadi sangat penting karena banyaknya pelajar maupun mahasiswa yang memilih untuk belajar di negara ini. Selain biaya pendidikan yang murah, suasana beberapa kota yang ada di Jerman ini cukup mendukung. Tak hanya itu, negara ini juga banyak menawarkan beasiswa dan kesempatan magang bagi mahasiswa dari luar Jerman sehingga kemampuan bahasa Jerman tentu menjadi yang utama.

2. Bahasa Prancis. 
Untuk bahasa yang satu ini tak perlu ditanya lagi, banyak orang kini memilih bahasa Prancis sebagai bahasa asing lain yang wajib dikuasai selain bahasa Inggris. Bahasa yang selalu disebut sebagai bahasa paling romantis di dunia ini sangat penting untuk dipelajari karena untuk melanjutkan studi di negara ini, kemampuan bahasa Prancis yang dimiliki harus memiliki level yang mumpuni, bahkan jika memungkinkan setara dengan penutur asli.

3. Bahasa Spanyol. 
Bahasa yang satu ini tentu saja cukup populer di benua biru maupun di negeri Paman Sam. Bahkan, tak sedikit universitas di Eropa maupun Amerika yang memasukkan kemampuan bahasa Spanyol dalam persyaratan masuknya. Tak hanya sekadar bisa, calon mahasiswa harus mengantongi sertifikasi kemampuan berbahasa spanyol yang diakui secara internasional yaitu DELE.

4. Bahasa Mandarin. 
Bahasa resmi yang digunakan oleh sebagian besar masyarakat daratan China ini memang menjadi salah satu bahasa yang penting untuk dipelajari. Tak hanya di Indonesia, nyaris di seluruh dunia bahasa resmi negara yang memiliki rakyat terbesar di dunia dengan kehidupan ekonomi yang bergerak dinamis ini sudah dipelajari oleh anak-anak sejak usia dini. Biasanya, untuk sekolah-sekolah tertentu tak hanya mengajarkan bahasa Inggris saja tapi juga melengkapinya dengan bahasa Mandarin.

5. Bahasa Polandia. 
Tentu tak pernah terbayangkan untuk mempelajari bahasa ini. Namun, sebagai salah satu negara yang tergabung dalam Uni Eropa ini, bahasa Polandia mulai menjadi bahasa yang patut dipelajari. Pasalnya, makin banyak mahasiswa asing yang kini berdatangan untuk menuntut ilmu ke negara ini.

6. Bahasa Arab. 
Tak ada yang menyangkal pentingnya belajar bahasa Arab terutama untuk orang Indonesia. Tidak sekadar berguna untuk memperdalam ilmu agama, bahasa Arab ini juga berfungsi sebagai alat komunikasi untuk berdagang dan mengembangkan perekonomian. Selain itu, bahasa ini juga sangat membantu bagi orang yang datang untuk menunaikan ibadah haji atau umroh. Pasalnya, kerap kali terjadi salah paham karena penguasaan bahasa yang seadanya.

7. Bahasa Kanton
Umumnya bahasa ini kerap digunakan di Hongkong. Namun orang-orang berbahasa kanton ini menyebar di berbagai belahan dunia dan kini tercata ada sekitar 70 juta penutur asli bahasa ini. Bahasa ini tentu saja menjadi salah satu bahasa yang penting dipelajari mengingat banyak orang dari mana saja termasuk Indonesia berkunjung ke Hongkong untuk menghabiskan waktu liburan dan berbelanja. Bahkan tidak sedikit juga yang memilih melanjutkan studi di negara ini.

8. Bahasa Rusia. 
Siapa yang menyangka jika bahasa yang tampak rumit dengan bentuk huruf cyrillic-nya ini menjadi salah satu bahasa yang patut dipelajari di era modern ini. Meski masih banyak orang yang belum memiliki keberanian untuk menjamah negara yang merupakan pecahan Uni Soviet ini, kehidupan ekonominya berkembang dan menjadi salah satu negara eksportir yang tumbuh pesat. Tak hanya itu, dari segi pendidikan negara ini juga mulai menjadi sasaran mahasiswa yang ingin mengambil gelar master atau doktor.

9. Bahasa Jepang. 
Sudah bukan rahasia jika, Jepang berhasil menarik perhatian orang di dunia termasuk Indonesia melalui bombardir budaya Jepang baik dari penyanyi Jepang, komik Jepang hingga tren berpakaian. Tentu tak puas hanya dengan tren berpakaian dan mengenal budaya saja, bahasa Jepang pun kemudian menjadi salah satu bahasa yang banyak diminati dan dipelajari. Terlepas dari tren dan budaya, bahasa Jepang ini dianggap penting karena perdagangan dan penelitian di Asia dipegang oleh negara sakura ini sehingga untuk berkomunikasi dengan masyarakatnya tentu harus mampu menguasai bahasa Jepang.

10. Bahasa Portugis. 
Bahasa portugis yang tidak hanya digunakan di Portugal tapi juga sebagian Amerika Latin ini mulai dilirik. Hal ini tentu saja berkaitan dengan salah satu negara Amerika Latin yaitu Brazil yang akan menggelar hajatan akbar Piala Dunia pada 2014 dan Olimpiade Musim Panas pada 2016. Tidak hanya itu, Brazil kini juga menjadi salah satu negara yang masuk dalam enam besar kondisi ekonomi baik di dunia. 

Sumber: Kompas.com

Saturday, March 16, 2013

5 Kota Paling Diminati untuk Lanjutkan Studi

Apa yang menjadi pertimbangan Anda untuk memilih kota tujuan untuk melanjutkan pendidikan tinggi di negeri seberang? Salah satunya, tentu saja tak hanya kualitas pendidikan tinggi yang ditawarkan, tetapi juga suasana dan kebijakan lingkungannya.

Lima kota di bawah ini tercatat sebagai kota tujuan studi yang paling diminati untuk menuntut ilmu. Beberapa kota memang kerap menjadi target para pencari beasiswa atau para siswa yang haus pengalaman belajar di luar negeri. Namun, sisanya patut dipertimbangkan juga untuk menjadi target berikutnya.

1. Paris
Paris menjadi sasaran para siswa untuk meneruskan studi disebabkan biaya kuliah yang lebih murah
Shutterstock
dibandingkan dengan kota-kota yang ada di negara lain. Bahkan, biaya kuliah di Perancis, termasuk Paris, ditanggung oleh pemerintah selama berada di universitas ataupun institusi negeri.

Tidak hanya itu, lingkungan di Paris juga mendorong orang untuk terus berkreasi, khususnya jika memilih jurusan seni, sastra, atau film. Salah satu universitas yang terkenal dan kerap disebut sebagai altar pendidikan terdapat di Paris, yaitu Sorbonne.

2. London
Meski biaya pendidikan yang cukup mahal, London tetap diminati oleh banyak orang yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi. Pasalnya, berbagai universitas yang memiliki peringkat bagus di dunia banyak terdapat di London, seperti University College London dan London School of Economics and Political Science.

Kota yang dijuluki "The Big Smoke" ini juga menjadi tempat yang cocok bagi orang yang bercita-cita untuk berkecimpung di dunia usaha. Salah satu yang menjadi keunggulan universitas di London adalah perpustakaan kelas dunia yang lengkap sehingga membantu mahasiswa.

3. Boston
Kota yang satu ini tak diragukan lagi telah menggelitik minat para calon mahasiswa dari berbagai belahan dunia untuk datang melanjutkan studi, termasuk calon mahasiswa dari Indonesia. Sebut saja Harvard atau Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang menjadi dua universitas terbaik di dunia ini berada di Boston.

Selain lingkungan yang mendukung untuk belajar, berbagai pilihan jurusan berkualitas tersedia di kota yang kaya akan kisah-kisah sejarah ini. Sayangnya, biaya pendidikan di kota ini memang terbilang mahal. Namun, biasanya, tiap universitas membuka kesempatan bagi mahasiswa internasional untuk mengajukan bantuan finansial.

4. Melbourne

Di antara kota yang ada di Australia, Melbourne merupakan tujuan calon mahasiswa yang paling populer. Di kota ini, berdiri Melbourne University yang memang menjadi target banyak pelajar di dunia.

"Kota yang tak pernah tidur" ini memberikan kesempatan besar bagi para mahasiswa yang ingin langsung bekerja setelah selesai menjalankan pendidikan. Melbourne cocok untuk para pencinta film yang ingin memperdalam ilmu seputar film atau sinematografi.

5. Vienna
Daya tarik Wina bagi para calon mahasiswa adalah biaya kuliah yang cukup rendah dibandingkan kota di negara lain. Padahal, universitas yang ada di Vienna merupakan universitas yang memiliki ranking terbaik di dunia, seperti Universitas Wien dan Technische Universitat Wien.

Bagi yang ingin mengambil jurusan teknik dan jurusan musik serta seni, ibu kota Republik Austria ini adalah pilihan yang sangat tepat. Pasalnya, lingkungan di kota ini kaya akan pertunjukan seni berkualitas dan galeri yang banyak menampilkan karya seni kelas dunia.

Sunday, November 18, 2012

4 Alasan Pilih Studi di Jerman

Sejak lama, Jerman selalu memiliki daya tarik tersendiri dan merupakan magnet bagi para mahasiswa yang ingin meneruskan masa belajarnya. Pasalnya, Jerman memang terdepan dalam bidang pendidikan dan pelatihan bahkan termasuk nomor enam terbaik di dunia.

Perwakilan dari DAAD, Svann Langguth, mengatakan bahwa hal tersebut kerap menjadi alasan dari mahasiswa asing untuk menuntut ilmu di Jerman. Selanjutnya, ia memaparkan bahwa ada beberapa alasan lain yang memang menjadi magnet bagi mahasiswa asing khususnya Indonesia.

"Ada banyak alasan mahasiswa Indonesia datang ke Jerman. Biaya pendidikan memang jadi salah satunya
Shutterstock
tapi sekarang sudah sedikit berbeda," kata Langguth, saat 4th European Higher Education Fair (EHEF) di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Minggu (4/11/2012).

Berikut empat alasan yang diungkapkannya di depan para siswa dan mahasiswa Indonesia yang hadir saat EHEF 2012 :

1. Lebih dari 300 institusi pendidikan tinggi berkualitas tersedia di Jerman dan menyediakan program internasional untuk berbagai jenjang.

Dengan banyak institusi pendidikan, mahasiswa memiliki banyak pilihan untuk menentukan lokasi belajar dan program studi yang diminatinya. Hal ini membuat Jerman tetap diserbu oleh mahasiswa asing khususnya Indonesia.

2. Program pendidikan di Jerman banyak diajarkan dengan menggunakan bahasa Inggris.

Untuk pergi belajar ke Jerman, kemampuan bahasa Jerman sebenarnya dituntut untuk mencapai level tertentu. Namun bagi mahasiswa asing, biasanya disediakan program studi dalam bahasa Inggris khususnya pada tahun pertama. Kendati demikian, mahasiswa asing tersebut tetap harus mempelajari bahasa Jerman selama tinggal di sana melalui kursus bahasa yang disediakan.

3. Biaya hidup di Jerman cukup terjangkau.

Sebenarnya, biaya hidup di Jerman cukup tinggi tapi bagi yang menyandang status pelajar akan lain ceritanya. Di Jerman, pelajar dan mahasiswa menjadi anak emas dengan berbagai kemudahan dan potongan harga baik untuk akomodasi, makan, transportasi bahkan hiburan. Dengan keuntungan yang diberikan pemerintah ini, paling tidak biaya hidup yang harus ditanggung dalam sebulan berkisar sekitar 700 euro.

4. Biaya pendidikan lebih rendah dibandingkan negara Eropa lainnya.

Beberapa waktu lalu, pemerintah Jerman memang menanggung biaya pendidikan bagi mahasiswa Jerman dan mahasiswa asing secara penuh. Namun setelah muncul undang-undang baru, masing-masing universitas bahkan fakultas memiliki kebijakan sendiri terutama terkait biaya pendidikan.

Jadi, mahasiswa khususnya yang berasal dari luar Jerman diminta untuk aktif memperbarui informasi dari universitas yang dituju. Namun jumlah biaya pendidikan yang dikenakan oleh universitas juga biasanya tidak akan lebih dari 500 euro selama masa studi. 

Sumber : edukasi.kompas.com

Monday, November 12, 2012

Biaya Hidup untuk Mahasiswa di Perancis

Shutterstock
Jika berniat untuk meneruskan pendidikan di luar negeri, maka beasiswa selalu menjadi incaran dari mahasiswa asing khususnya Indonesia. Padahal di Eropa, banyak negara yang menawarkan pendidikan murah dan berkualitas. Salah satunya adalah Perancis.

Perwakilan dari CampusFrance, Anton Hilman, mengatakan bahwa hampir 70 persen mahasiswa Indonesia yang berangkat sekolah ke Perancis berbekal biaya sendiri. Pasalnya, pemerintah Perancis memberikan kemudahan untuk biaya pendidikan bagi semua siswa baik siswa asal Perancis maupun siswa asing.

"Pemerintah Perancis sangat fokus menangani masalah pendidikan sehingga tidak perlu khawatir untuk masalah biaya," kata Anton kepada Kompas.com, Kamis (8/11/2012).

Dia mengungkapkan bahwa tiap mahasiswa berhak mendapat tunjangan pendidikan sebesar 10.000 euro yang digunakan untuk membayar biaya perkuliahan selama setahun. Beban yang harus dibayarkan mahasiswa hanya uang pendaftaran yang kisarannya sekitar 200-300 euro per tahun.

Sementara untuk biaya hidup di Perancis, Anton mengatakan tidak dapat memberikan gambaran estimasi secara pasti karena semua itu tergantung pada gaya hidup siswa tersebut. Namun perlu dicatat bahwa biaya hidup di Paris dengan kota-kota lain di Perancis berbeda.

"Tidak bisa diestimasikan untuk biayanya. Itu dikembalikan pada gaya hidup si anak. Tapi normalnya untuk di kota selain Paris, biaya hidupnya sekitar 700 euro per bulan. Untuk Paris, biaya hidup bisa mencapai 1.000 euro per bulan," jelas Anton.

Dia mengingatkan bahwa masalah biaya hidup ini dapat ditekan dengan mengajukan bantuan kepada Pemerintah Perancis yang dapat dilakukan melalui CampusFrance. Bantuan tersebut umumnya berupa bantuan perumahan dan bantuan makan.

"Jadi nanti pengajuannya lewat online akan kami bantu. Untuk tempat tinggal, harga murah juga bisa didapat di apartemen pribadi tanpa harus ke asrama kampus. Untuk makan, bagi mahasiswa biasanya hanya seharga 3 euro di restoran universitas," jelas Anton.

Tidak hanya itu, selama memiliki kartu mahasiswa maka anak tersebut biasanya berhak atas berbagai potongan harga baik dari segi transportasi hingga hiburan seperti berkunjung ke museum atau menonton di bioskop dan pertunjukan seni. Bahkan untuk mahasiswa juga mendapat kemudahan bekerja paruh waktu.

"Selama ada kartu mahasiswa, mau jalan-jalan ke negara Eropa atau jalan-jalan naik TGV biasanya akan dapat diskon," tandasnya.

Nah jika tertarik untuk melanjutkan studi di negara yang bersemboyan Liberte, Egalite dan Fraternite ini dengan biaya sendiri, jangan ragu untuk berkonsultasi langsung ke CampusFrance yang berada di kantor IFI di Jalan Salemba, Jakarta. Ini penting dilakukan agar selama menempuh studi tidak ada masalah yang terjadi. 

Sunday, September 30, 2012

Mengenali Karakter Dosen

Keberanian kita untuk berdiskusi dengan dosen di kelas, merupakan hal penting dalam kuliah. Sebab, dengan komunikasi dua arah, materi dari sang dosen bisa diserap lebih luas.  
Tetapi, berdiskusi dengan dosen secara berlebihan di dalam kelas juga bisa dipersepsikan memonopoli pertanyaan dan dicap sebagai mahasiswa cari muka. Lalu bagaimana mengatasi sejumlah materi yang tidak dipahami?
 
Ada berbagai cara, misalkan, saat selesai kuliah hampiri sang dosen dan ajukan pertanyaan secara baik-baik. Jika sang dosen tenggelam dengan pertanyaan mahasiswa lainnya, kamu bisa menemui dosen di ruang dosen. Atau meminta nomor telepon untuk membuat janji terlebih dahulu.
 
Usaha mencari ilmu seperti itu sebenarnya sah-sah saja. Tetapi, kita perlu terlebih dahulu mengenal karakter dosen. Tujuannya, agar komunikasi semakin lancar dan bisa memahami materi secara baik. Berikut beberapa karakter dosen yang perlu diketahui.
 
1. Dosen 3 M
   Image: lifestyle.kompasiana.com
Dosen 3 M adalah istilah dosen yang terfokus pada kegiatan mencatat, merangkum, dan memberikan tugas. Dosen seperti ini biasanya text book. Nah, berkomunikasilah secara persuasif agar bisa memahami materi dengan utuh.
2. Dosen pintar tetapi tidak komunikatif
Dosen merupakan sosok yang memiliki banyak ilmu tetapi terkadang terkendala faktor komunikasi sehingga transformasi ilmu tidak lancar. Jika komunikasi dilakukan lebih personal, misalkan dengan sekelompok teman yang jumlahnya tidak terlalu banyak, mungkin mahasiswa bisa bertanya lebih leluasa.
 
3. Dosen dengan jam terbang minim
Bukan hal mustahil jika mendapat dosen yang baru saja mengawali kariernya. Dosen seperti ini biasanya idealis dan mau berdiskusi dengan mahasiswa. Tetapi, bukan berarti bisa bersikap seenaknya. Tetap ada batasan dan etika yang perlu diterapkan.
 
4. Dosen super sibuk
Menghadapi dosen yang memiliki jam kerja padat, susah-susah gampang. Biasanya dia seorang praktisi atau menjadi dosen di sejumlah kampus. Caranya, buatlah janji secara berkelompok. Cara ini juga memudahkan sang dosen untuk mengatur waktu. Maksimalkan waktu yang telah disediakan, sehingga terjadi pertemuan yang berkualitas. 


Sumber : Okezone.com

Friday, August 24, 2012

Serba-Serbi Beasiswa

www.acehscholarships.com
Image: Corbis
Bagi mereka yang berminat menempuh studi di luar negeri, beasiswa adalah salah satu cara untuk mendukung cita-cita tersebut. Berbagai negara juga telah banyak menyediakan beasiswa untuk para pelajar Indonesia. Seleksi yang ketat membuat tidak semua pelamar diterima. Selain itu, informasi yang tidak lengkap juga terkadang menggagalkan kita mendapatkan beasiswa yang kita incar.

Perburuan beasiswa sejatinya dimulai sejak pencarian informasi tentang lowongan beasiswa itu sendiri. Nah, sebagai bekal dalam berburu beasiswa, ada baiknya kita mengenal berbagai hal tentang beasiswa, terutama beasiswa luar negeri.

Harus pintar?


Salah seorang anggota mailing list (milis) beasiswa, Ronald, bercerita, banyak orang menyangka, agar mendapatkan beasiswa kita harus memiliki nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) tinggi. "Beberapa beasiswa memang mensyaratkan prestasi akademik. Tetapi kenyataannya, banyak juga mahasiswa dengan nilai IPK rata-rata mendapatkan beasiswa," kata Ronald.

IPK tidak menjadi penentu utama karena seleksi beasiswa juga biasanya mensyaratkan wawancara. Ronald mengimbuh, di antara beasiswa yang mensyaratkan prestasi akademik adalah HSP Huygens. Pendaftar beasiswa dari Belanda ini haruslah berada dalam lima persen lulusan terbaik di angkatannya. Tetapi, kata Ronald, tidak ada salahnya mencoba. "Saya pernah bertemu dua mahasiswa yang mendapat HSP Huygens tapi IPK-nya dua koma sekian sekian," imbuhnya.

Batas umur


Umumnya, lembaga pemberi beasiswa memasang angka 35 tahun sebagai batas maksimal dalam seleksi pendaftaran beasiswa magister (S-2). Di antara program beasiswa yang mensyaratkan umur maksimal 35 tahun adalah STUNED, beasiswa Kemenkominfo, dan beasiswa Monbukagakusho.

Pengalaman kerja

Beberapa beasiswa mensyaratkan pengalaman kerja minimal dua tahun. Tetapi, syarat ini bukanlah harga mati.

Ronald mengilustrasikan, lowongan beasiswa di Kemenkominfo memberi syarat. "Diutamakan memiliki pengalaman kerja minimal dua tahun," dia mengimbuhkan. Diutamakan, kata Ronald, bukan berarti harus. "Jadi, bisa saja ada yang pengalaman kerjanya kurang dari dua tahun diterima," ujar Ronald.

Selain masa bakti, pengalaman kerja di bidang yang relevan dengan yang dilamar juga bisa menguntungkan kita seperti beasiswa Erasmus Mundus (International Master in Industrial Management). Ronald menyebut, pengalaman kerja tidak selalu menjadi harga mati. "Tetapi, pengalaman tersebut akan membantu kita memahami materi kuliah," imbuhnya.

Waktu lulus


Beberapa beasiswa ada yang memasang persyaratan bahwa si pendaftar adalah mahasiswa tingkat akhir. Atau, jika sudah lulus, maka tahun kelulusan pendaftar tersebut tidaklah lebih dari satu tahun. Jadi, kebalikan dari beasiswa yang mensyaratkan pengalaman kerja, beasiswa jenis ini benar-benar mencari para fresh graduates.

Wawancara


Menurut Ronald, bisa dipastikan, akan selalu ada sesi wawancara dalam proses seleksi beasiswa. Jenisnya beragam, misalnya wawancara psikologi dan panel, serta dengan bahasa pengantar berbeda juga, bisa bahasa Indonesia, Inggris, atau bahasa ibu negara tujuan.

Dia berujar, pertanyaan yang diajukan dalam sesi wawancara ini biasanya seputar motivasi kuliah di luar negeri, topik riset yang akan diambil, hingga bayangan tentang akan jadi apa kita dalam 10 tahun mendatang.

"Meskipun kadang-kadang wawancara ngelantur ke mau menikah di usia berapa, kalau bayi kamu lahir mau diapain (pertanyaan ke salah satu peserta yang lagi hamil gede, langsung sama peserta tsb dijawab: ya dirawat Pak), siapa perdana menteri Jepang?" kata Ronald.

Meski begitu, ujar Ronald, ada juga beasiswa yang tidak mencantumkan wawancara sebagai bagian dari seleksi. Hal yang menentukan diterima atau tidaknya pelamar adalah pada kelengkapan berkas aplikasi yang dikirimkan.

"Sepanjang pengalaman saya, beasiswa Erasmus Mundusnya Uni Eropa dan Beasiswa HSP Huygensnya Belanda hanya menyeleksi dokumen," imbuhnya.

Sumber: Okezone.com

Thursday, August 23, 2012

Dapat Beasiswa, Harus Bayar Zakat?

Pertanyaan:
Apakah kita wajib mengeluarkan zakat mal jika kita mendapatkan beasiswa sekolah yang besarnya melebihi 85g emas pertahunnya?
Al Anshori J di Bandung

Jawaban:
Ada dua pendapat ulama dalam hal zakat beasiswa. Pertama, ada ulama yang menjelaskan bahwa beasiswa tidak termasuk dalam obyek zakat dan tidak wajib zakat. Pasalnya, mereka yang mendapatkan beasiswa studi adalah sebagai mustahik dan umumnya beasiswa ada yang bersumber dari dana zakat dan ada juga dari sumber lain. Oleh karena itu pendapat ulama pertama ini menegaskan zakat beasiswa tidak ada sebab Anda dikelompokkan dalam kategori mustahik (orang berhak mendapatkan zakat) yaitu ke dalam golongan fi sabilillah. 

http://www.acehscholarships.com/
Foto: amaliah-astra.com
Selain itu, beasiswa yang diterima merupakan tamlik muqayyad (pemberian bersyarat). Artinya, dana tersebut merupakan transaksi antara pemberi dana dan mahasiswa untuk menyelesaikan studinya. Kalau begitu, jangankan untuk zakat, untuk kepentingan mahasiswa sendiri pun bila tidak ada hubungannya dengan studi dana tersebut tidak boleh digunakan.

Pendapat kedua, ada ulama yang mewajibkan zakat atas seluruh harta termasuk tabungan dan beasiswa jika melebihi nishab zakat maka wajib berzakat 2,5 persen. Menurut ulama ini, beasiswa bisa dihukumi sebagai pemberian/hadiah dan bisa dihukumi sebagai penghasilan jika itu rutin diterima seperti zakat profesi.

Prof Dr. Quraish Shihab menjelaskan, jika beasiswa yang Saudari terima melebihi kebutuhan hidup, dan kelebihan itu senilai sekitar 85 gram emas, dan dimiliki selama setahun penuh, barulah Saudari wajib membayar zakat sebesar 2,5 persen. Kelompok ini menegaskan, pembayaran zakat ditunaikan setahun sekali, tapi kalau sekiranya setahun terlalu memberatkan bisa diangsur perbulan sekali.
Kasus ini senada dengan ungkapan Abu Ubaid dalam Kitab al-Amwal. Zakat wajib dikeluarkan atas seluruh harta termasuk harta hasil pemberian/hadiah (beasiswa). Sebagaimana dipraktikkan oleh sahabat Ibnu Mas'ud dan Ibnu Abbas. Abu Ubaid meriwayatkan dari Hubairah bin Yaryam bahwasanya Abdullah bin Mas'ud memberikan kami keranjang-keranjang kecil kemudian menarik zakatnya. Demikian juga Abu Ubaid meriwayatkan juga Ibnu Abbas tentang seorang laki-laki yang memperoleh penghasilan "Ia mengeluarkan zakatnya pada hari ia memperolehnya".

Menurut hemat kami dari kedua pendapat ulama tersebut, kami lebih cendrung kepada pendapat kedua yang menjelaskan beasiswa wajib dikeluarkan zakatnya setahun sekali (atau bisa juga perbulan sekali takut memberatkan kalau setahun sekali) jika harta tersebut sudah memenuhi kebutuhan hidup dan cukup nishab.
Jadi kalau uang beasiswa yang diperoleh dari beasiswa itu setelah ditabung selama satu tahun dan sisa dari uang yang dimiliki mencapai nisab maka Saudari terkena zakat. Namun jika beasiswa tersebut hanya mencukupi kebutuhan bulanan saja  dan tidak terdapat sisa di dalamnya, kemudian setelah satu tahun ternyata uang sisa tersebut tidak mencapai nisab, maka Saudari tidak terkena kewajiban zakat.

Sumber: Kompas.com

Saturday, June 23, 2012

Daftar Institusi Pendidikan di Belanda yang Tawarkan S-3



www.acehscholarships.com
Shutterstock
Anda berencana melanjutkan studi doktoral ke Belanda? Sebelum memutuskan di mana Anda akan studi, daftar perguruan tinggi di Belanda yang menawarkan program jenjang S-3 berikut ini bisa jadi panduan. Universitas mana saja? Ada juga program beasiswa yang bisa Anda coba!

1. DELFT UNIVERSITY OF TECHNOLOGY

CICAT, Management Centre for International Cooperation
Mekelweg 2
2628 CD Delft
PO Box 5048
2600 CN Delft
E-mail: cicat@tudelft.nl
Website: www.cicat.tudelft.nl
2. EINDHOVEN UNIVERSITY OF TECHNOLOGY
International Relations Office
PO Box 513
5600 MB Eindhoven
E-mail: stuio@tue.nl
Website: www.tue.nl

3. ERASMUS UNIVERSITY ROTTERDAM
Academic Affairs Division
PO Box 1738
3000 DR Rotterdam
E-mail: scholarships@eur.nl
Website: www.eur.nl

4. INSTITUTE FOR HOUSING AND URBAN DEVELOPMENT STUDIES
ERASMUS UNIVERSITY ROTTERDAM

PO Box 1935
3000 BX Rotterdam
E-mail: admission@ihs.nl
Website: www.ihs.nl

5. INTERNATIONAL INSTITUTE OF SOCIAL STUDIES (ISS) OF ERASMUS UNIVERSITY ROTTERDAM
Student Office
PO Box 29776
2502 LT The Hague
E-mail: student.office@iss.nl
Website: www.iss.nl
6. FACULTY OF INTERNATIONAL INSTITUTE FOR GEO-INFORMATION SCIENCE AND EARTH OBSERVATION (ITC) UNIVERSITY OF TWENTE
Research Coordinator
PO Box 6
7500 AA Enschede
E-mail: research@itc.nl
Website: www.itc.nl/research

7. LEIDEN UNIVERSITY
International Office
Pieterskerkhof 6
2311 SR Leiden
E-mail: study@leidenuniv.nl, study@io.leidenuniv.nl
Website: www.prospectivestudents.leiden.edu/, www.leiden.edu/prospective

8. MAASTRICHT SCHOOL OF MANAGEMENT (MSM)
Endempolsdomein 150
6229 EP Maastricht
E-mail: doctoral@msm.nl
Website: www.msm.nl

9. MAASTRICHT UNIVERSITY, MUNDO
Maastricht University Centre for International Cooperation in Academic Development
PO Box 616
6200 MD Maastricht
E-mail: han.aarts@mundo.unimaas.nl, hennie.sijen@mundo.unimaas.nl
Website: www.mundo.unimaas.nl

10. NYENRODE BUSINESS UNIVERSITEIT

Nyenrode Research & Innovation Institute (NRI)
Straatweg 25-3621 BG
3621 BG Breukelen, The Netherlands
E-mail: nri@nyenrode.nl
Website: www.nyenrode.nl

11. PROTESTANTSE THEOLOGISCHE UNIVERSITY

Koornmarkt 1
PO Box 5021
8260 GA Kampen
E-mail: havandepoppesamvanschaik@pthu.nl
Website: www.pthu.nl

12. RADBOUD UNIVERSITY NIJMEGEN

International Office
PO Box 9102
6500 HC Nijmegen
E-mail: internationaloffice@io.ru.nl
Website: www.ru.nl/english

13. TILBURG UNIVERSITY

Development Research Institute (IVO)
PO Box 90153
5000 LE Tilburg
E-mail: secr.ivo@uvt.nl
Website: www.uvt.nl/ivo

14. UNESCO-IHE INSTITUTE FOR WATER EDUCATION
Department of Academic and Central Services
PO Box 3015
2601 DA Delft
E-mail: info@unesco-ihe.org
Website: www.unesco-ihe.org

15. UNIVERSITY OF GRONINGEN
International Service Desk, Office of International Relations
PO Box 72
9700 AB Groningen
E-mail: isd@bureau.rug.nl
Website: www.rug.nl/prospectivestudents

16. UNIVERSITY OF AMSTERDAM
International Student Affairs
Binnengasthuisstraat 9
1012 ZA Amsterdam
E-mail: info@uva.nl
Website: www.uva.nl

17. UNIVERSITY FOR HUMANISTICS

Mr. R. van Boeschoten
PO Box 797
3500 AT Utrecht
E-mail: r.vanboeschoten@uvh.nl
Website: www.dba-uvh.nl

18. UNIVERSITY OF TWENTE

International Office
PO Box 217
7500 AE Enschede
E-mail: k.f.paardekooper@utwente.nl
Website: http://intoffice.utwente.nl/

19. UTRECHT UNIVERSITY
Onderwijs & Onderzoek
PO Box 80125
3508 TC Utrecht
E-mail: UB&D_OOINFO@uu.nl
Website: http://www.uu.nl
20. VU UNIVERSITY AMSTERDAM
International Office
De Boelelaan 1105
1081 HV Amsterdam
E-mail: em.mooijman@dienst.vu.nl
Website: www.vuamsterdam.com

21. WAGENINGEN UNIVERSITY
Wageningen PhD Council (WPC)
PO Box 9101
6700 HB Wageningen
E-mail: info@wur.nl
Website: www.wageningenuniversiteit.nl

Peluang Beasiswa

Nah, untuk mengetahui informasi seputar peluang beasiswa studi S-3 di sejumlah universitas di Belanda, Anda bisa klik The Netherlands Fellowship Programmes (NFP) for PhD Studies

Sumber: edukasi.kompas.com

Sunday, April 22, 2012

Menilik Perbedaan TOEFL & IELTS


Kemampuan berbahasa Inggris menjadi salah satu syarat utama untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri. Untuk mengetahui tingkat kemampuan berbahasa Inggris seseorang, ada beberapa tes yang bisa dijalani. Dua di antaranya adalah Test of English as a Foreign Languange (TOEFL) dan International English Language Testing System (IELTS). Lalu, apa sebenarnya perbedaan antara TOEFL dan IELTS?

Beda Tujuan
TOEFL
Tujuan utama dari TOEFL adalah untuk menentukan kemampuan seseorang berbicara, membaca, memahami, dan menulis dengan cukup baik untuk mengikuti perkuliahan yang berbasis bahasa Inggris. Pertanyaan-pertanyaan, bahan bacaan, dan bahan mendengarkan, semua dirancang untuk masuk ke tingkat perguruan tinggi.


IELTS
Sementara, tujuan dari IELTS adalah untuk membuktikan Anda memiliki standar tertentu dalam bahasa Inggris. Program IELTS dirancang untuk mereka yang ingin bekerja atau melanjutkan studi di luar negeri. IELTS ini diakui oleh institusi pendidikan di Inggris, Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Hongkong, Irlandia, Afrika Selatan, dan sejumlah badan profesional lainnya di seluruh dunia.


Beda Struktur
IELTS
Pendaftar yang mengambil tes IELTS biasanya diminta untuk melengkapi empat modul (berbicara, menulis, membaca, dan mendengarkan). Setelah itu, para pendaftar akan menerima sebuah berkas atau skor yang ditampilkan pada formulir laporan IELTS. Skor tertinggi bernilai 9, ini berarti orang tersebut benar-benar kompeten di semua bidang.
Tes mendengar dan berbicara sama pada kedua versi tes akademik dan ujian umum, tetapi untuk tes membaca dan menulis tidak. Ujian IELTS memakan waktu 2 jam 45 menit. Tes mendengarkan, membaca, dan menulis harus diselesaikan pada hari yang sama. Sedangkan tes berbicara membutuhkan waktu seminggu, sebelum atau setelah tes tertulis.


TOEFL
Sistem pendftaran TOEFL, biasanya dapat diambil secara online atau secara langsung di tempat yang telah ditentukan. Bila diambil secara online, pendaftar memiliki waktu empat jam untuk menyelesaikan tes membaca, mendengar, menulis, dan berbicara. Setiap tes memiliki batas waktu sendiri. Tes secara langsung serupa strukturnya dengan tes online, tetapi memiliki lebih banyak pada ujian tes tertulisnya dibandingkan dengan tes berbahasa. Keduanya serupa, hanya formatnya yang berbeda.
Versi internet, TOEFL memiliki skor tertinggi 120 dan terendah 0. Sedangkan versi tercetak (secara langsung) berkisar antara skor 310 dan 577 dengan poin berbeda tiap bagian, tetapi tidak termasuk bagian menulis pada nilai akhir.

Beda standar
Untuk mendaftar program sarjana, universitas di dunia umumnya mensyaratkan skor TOEFL iBT 79-80 atau sama dengan skor 550 paper based TOEFL. Sedangkan untuk program pasca sarjana (S2 dan S3), skor yang dibutuhkan mencapai 110-115 atau setara dengan 600-650 skor based paper TOEFL.

Sementara itu untuk skor IELTS, dibutuhkan band scale dalam rentang 6.0 - 6.5 untuk program sarjana dan band scale 7.0 - 7.5 bagi peminat program pascasarjana.

Cara terbaik untuk memutuskan mana tes yang akan diambil adalah dengan mencari tahu tes mana yang mereka inginkan untuk melamar masuk ke perusahaan atau sekolah masing-masing.

Selamat mencoba!

Sumber: Kompas.com

Sunday, April 1, 2012

Jerman Negara Favorit Mahasiswa Indonesia


Jerman merupakan tujuan favorit pelajar dan mahasiswa Indonesia yang berminat belajar ke luar negeri dibandingkan dengan negara-negara lain di Eropa. Program pendidikan yang banyak dipilih adalah kedokteran dan teknik (engineering).  

"Dibandingkan dengan negara-negara lain, Jerman memang berada di urutan kelima, tapi yang teratas di antara negara Eropa," kata kepala dinas pertukaran akademis Jerman (DAAD), Irene Jansen.

Data pendidikan global UNESCO 2011 menyebutkan, Australia berada di peringkat teratas sebagai negara tujuan pendidikan luar negeri mahasiswa Indonesia dengan jumlah 10.205 orang, Amerika Serikat di urutan kedua (7.386), Malaysia di urutan ketiga (7.325), Jepang di posisi keempat (1.788), dan Jerman di urutan kelima (1.546).
Trier
Trier, Jerman
Menurut Jansen, biaya pendidikan di Jerman relatif lebih rendah dibandingkan dengan negara lain di Eropa. Ini karena sekitar 90 persen universitas di Jerman merupakan universitas milik pemerintah yang dana pendidikannya berasal dari pajak masyarakat. 
   
"Universitas swasta membebankan biaya sekitar 500 euro per semester untuk administrasi," ujarnya.
      
Jansen menuturkan, biaya hidup yang dibutuhkan untuk tinggal di Jerman antara 700-900 euro per bulan. Mahasiswa bisa menggunakan bantuan bagi mahasiswa dan potongan harga sehingga biaya hidup dapat ditekan. 
     
Menurut dia, bagi mahasiswa dengan biaya pendidikan pribadi, diperlukan jaminan keuangan senilai 8.040 euro untuk biaya hidup selama setahun pertama kuliah.
     
DAAD hanya menawarkan beasiswa bagi S-2 dan S-3. Ada 200 beasiswa dari beragam program studi. Untuk itu, calon mahasiswa harus melakukan riset terlebih dahulu untuk menentukan program studi yang akan dipilih.   
     
Untuk mendapatkan beasiswa, calon mahasiswa harus melewati beberapa tahapan. Calon harus memiliki jalur pendidikan yang sama dengan program studi yang diinginkan, nilai akademik yang tinggi, seleksi wawancara profesor, seleksi komite, proposal penelitian, kemampuan komunikasi yang baik, dan sertifikat bahasa Jerman.
       
Untuk jalur sarjana, DAAD tidak menawarkan beasiswa. Para lulusan SMU tidak serta-merta bisa mendaftar karena harus mengikuti penyetaraan pendidikan terlebih dulu dengan mengikuti sekolah persiapan Studient Kolleg selama satu tahun. Ini karena pendidikan dasar di Indonesia hanya 12 tahun, sedangkan di Jerman 13 tahun.
       
DAAD perwakilan Jakarta didirikan pada 1990. Hingga kini jumlah alumni Indonesia mencapai 27.000 orang, sedangkan yang mendapatkan beasiswa mencapai 3.000 orang.


sumber : kompas.com

Monday, March 19, 2012

Fulbright Programs for Indonesians

The American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF), established in 1992, is a bi-national non-profit foundation that administers the Fulbright Program in Indonesia. The Fulbright Program through AMINEF annually awards more than 120 scholarships to Americans and Indonesians to study, teach, or conduct original research in a variety of disciplines. Here below are some programs in this year available for Indonesian applicants. 
 
  • Application deadline: APRIL 15, 2012

  • MASTER'S DEGREE PROGRAMS
  1. Fulbright Master's Degree Program
  2. Fulbright Master of Science & Technology Initiative Program ("F.I.R.S.T")
  3. Fulbright-Freeport Master's Degree
  4. Fulbright Agricultural M.S. Scholarship (with funding from USAID)

  • Ph.D. PROGRAMS
  1. Fulbright Presidential Scholarship Program (Ph.D. Program)
  2. Fulbright Agricultural Ph.D. Scholarship (with funding from USAID) 

  • FULBRIGHT-DIKTI SCHOLARSHIP PROGRAMS
  1. Fulbright-DIKTI Master's Degree Program
  2. Fulbright-DIKTI Ph.D Program
  3. Fulbright-DIKTI Doctoral Dissertation Research Program

  • RESEARCH PROGRAM
  1. Fulbright Doctoral Dissertation Research Program

  • OTHER PROGRAMS
  1. Hubert H. Humphrey Fellowship Program for Mid-Career Professionals
  2. Fulbright Foreign Language (Indonesian) Teaching Assistant (FLTA) Program
  3. The International Leadership in Education Program (ILEP)

Sunday, March 4, 2012

Mengapa Studi ke Belanda?

Mengapa belanda menjadi salah satu negara yang menjadi tujuan studi mahasiswa-mahasiswa asal Indonesia dan berbagai negara. Menurut direktur Nuffic Neso Indonesia Mervin Bakker terdapat sejumlah alasan yang mendasari Belanda menjadi negara favorit bagi mahasiswa yang berasal dari berbagai negara.



1. Menjadi pelopor/perintis
Belanda dikenal sebagai negara yang menghasilkan banyak pengusaha dan penemu. Mereka dikenal sebagai seorang perintis. Negara ini telah melahirkan peraih Nobel terkenal di bidang fisika, kimia, ekonomi, dan kedokteran. Selain itu, ada pula filsuf, seniman, serta ilmuwan. 

Dalam dunia pendidikan, Belanda merupakan negara pertama di Benua Eropa yang menawarkan program-program belajar yang diajarkan dalam bahasa Inggris. Para mahasiswa pun didorong untuk mendatangkan ide–ide kreatif dan inovatif, sehingga menjadi pelopor.

Jika Anda memiliki ide atau inovasi, maka akan tersedia ruang yang luas untuk mewujudkannya. Lihat saja, tim mahasiswa dari Belanda yang mengambil tantangan dalam menerima tantangan mengenai tenaga surya di Australia. Mereka teknologi sel surya untuk membuat mobil tercepat dan memiliki kemungkinan untuk memenangkan kompetisi empat kali.

Maka, ketika Anda belajar di Belanda, Anda akan segera mengetahui bagaimana rasanya menjadi seorang pelopor. Mau?

2. Kreatif

Belanda juga dikenal sebagai negara yang dipenuhi orang-orang kreatif yang selalu hadir dengan ide-ide baru. Bagi mereka yang pernah atau sedang menjalani studi di negara ini pasti mengetahui bahwa mahasiswa didorong untuk berpikir tentang solusi kreatif. Hasil inovatif dan kreatif sebaiknya bersama-sama dengan siswa lain, karena Anda akan mencapainya ketika bekerja sama dengan orang lain.

“Jika Anda mengikuti kuliah di Belanda, Anda akan terus-menerus mengambil bagian. Di India saya hanya sedikit berhubungan dengan profesor saya. Di sini, di Belanda, saya mengajukan pertanyaan yang tak ada habisnya, dan menantang saya untuk bergabung dalam proses pemikiran. Hal ini memungkinkan Anda untuk mendatangkan ide-ide baru dan banyak belajar dari teman-teman Anda,” kata Dhaval Shah, mahasiswa asal India.

Di Belanda juga terbuka kesempatan untuk mengembangkan komunitas bisnis. Tak jarang, kreativitas juga ditunjukkan dalam kolaborasi antara institusi-institusi besar Belanda dan komunitas bisnis. Penempatan kerja dan magang menjadi bentuk penting dari banyak program belajar yang tersedia.

Institusi pendidikan tinggi dan perusahaan-perusahaan juga lebih sering bekerja sama. Sebagai mahasiswa, Anda akan mendapatkan keuntungan dari daftar perusahaan mereka di kancah bisnis dunia.

3. Menjalin hubungan
Orang Belanda sangat ingin menjalin hubungan dengan budaya lain di dunia dan komunitas bisnis. Ini artinya, sebagai mahasiswa Anda akan mengambil bagian dalam kelas Internasional. Faktanya, di Belanda saat ini terdapat lebih dari 81.700 mahasiswa internasional.

Semasa zaman keemasannya, Belanda membutuhkan pengetahuan dari pihak lain untuk berkembang dan masih berlaku hingga saat ini. Maka, ketika Anda menjalani studi di sana, akan banyak menemukan mahasiswa internasional di ruang-ruang kuliah perguruan-perguruan tinggi Belanda.

“Saya mengikuti kuliah dengan mahasiswa dari Jerman, Spanyol, Amerika Serikat. Pada kenyataannya, dari segala penjuru dunia,” kata mahasiswi asal Indonesia, Ema Apriyani.

“Kami banyak bekerja sama dengan beragam kebangsaan di kelas saya, saya banyak belajar dari pandangan yang berbeda, yang dipegang oleh budaya-budaya yang berbeda,” ucap Emi.

Belanda juga menjadi "ambang pintu" Eropa. Anda akan memiliki kesempatan untuk berbagi pengetahuan tentang budaya dengan masyarakat setempat. Berada di Belanda akan membuka kesempatan Anda untuk mengunjungi negara Eropa lain dalam waktu yang singkat. Kurang dari tiga jam perjalanan, kereta api akan membawa Anda dari Amsterdam ke Paris. Hanya sekitar lima jam dengan kereta api dari Rotterdam, Anda sudah berada di London, dan hanya butuh waktu enam jam Anda sudah berada di Berlin.

4. Menikmati pendidikan berkualitas tinggi
Sistem pendidikan tinggi di Belanda memiliki reputasi dunia untuk kualitasnya yang tinggi. Kualitas ini dicapai melalui sistem regulasi dan jaminan kualitas. Mereka yang pernah menjalani studi di sebuah institusi pendidikan tinggi di Belanda tampil sangat baik di belahan dunia lain.

Dalam hal pendidikan tinggi, universitas-universitas di Belanda termasuk dalam peringkat 10 di antara 200 perguruan terbaik di dunia. Belanda juga telah menerima pengakuan internasional untuk masalah terobosan sistem pembelajarannya. Sistem ini melatih siswa untuk menganalisis dan memecahkan masalah dengan praktis dan mandiri melalui penekanan pada cara belajar mandiri dan kedisiplinan.

5. Mendapatkan keuntungan ekonomi
Kehidupan di Belanda tidak mahal jika dibandingkan dengan negara–negara berbahasa Inggris dan menerapkan biaya kuliah yang relatif rendah. Dengan kualitas pendidikan dan biaya hidup yang relatif rendah itu, belajar di Belanda akan memberikan nilai yang menguntungkan dari sisi ekonomi.

Pada tahun 2011, sebanyak 12 universitas di Belanda masuk dalam peringkat 200 besar daftar perguruan tertinggi di dunia. Peringkat ini juga menempatkan sistem pendidikan tinggi Belanda di tempat ketiga, yang dalam pengukuran tersebut sebagai sistem nilai pendidikan terbaik di dunia.

Gelar yang Anda miliki dari institusi pendidikan tinggi Belanda dan pengalaman hidup Anda selama di Belanda akan sangat dihargai. Anda dapat meningkatkan prospek karir kamu, baik di negara asal atau tempat lain untuk biaya yang relatif kecil. Sebagai contoh, jika Anda seorang mahasiswa Uni Eropa, biaya tahunan kuliah untuk pendaftaran program gelar adalah sekitar € 1,700, tergantung institusi yang Anda pilih. Anda juga mungkin berhak untuk meminta pinjaman biaya kuliah, atau bahkan restitusi atau hibah dari Pemerintah Belanda.

Nah, jika berasal dari luar Uni Eropa, biaya kuliah Anda mungkin akan lebih tinggi. Tetapi, jika dibandingkan dengan kawasan Eropa barat lain, biaya hidup di Belanda relatif rendah. Sebagai mahasiswa, Anda bisa mendapatkan diskon di banyak bar, restoran, museum, serta bioskop.

Anda juga dapat berkeliling kota secara mudah dengan bersepeda. Ini bukan hanya kebiasaan orang Belanda, tetapi merupakan moda transportasi murah. Berpergian ke kota lain atau bahkan negara Eropa lain dengan kereta api juga bukan merupakan hal sulit untuk dilakukan.

Salah satu mahasiswa pernah mengungkapkan, “Laju kehidupan yang cepat, entah bagaimana tidak stres. Ada banyak hal harus dilakukan. Namun, Anda tidak pernah bisa bosan di Belanda!”.

(Sumber: kompas.com)

Saturday, March 3, 2012

Jadwal Beasiswa-Beasiswa Tahun 2012

The Indonesian International Education Foundation (IIEF) setiap tahunnya menawarkan berbagai beasiswa untuk mahasiswa asal Indonesia. Sebagai lembaga Indonesia non-profit atau lembaga swasta yang mengelola dana-dana dari sponsor (asing dan lokal, baik perusahaan atau pun perwakilan pemerintah), IIEF membuat suatu program yang bisa memajukan bangsa Indonesia lewat pendidikan internasional. Sebanyak 13 program beasiswa yang dibuka pada tahun 2012 ini terbagi dalam tiga kelompok, yaitu untuk S-1, S-2 dan S-3, dan non-akademik.

Berikut ini adalah 13 program beasiswa tersebut:

A. Gelar Sarjana S-1


1. GE Foundation Scholar - Leaders Program

Beasiswa ini dikhususkan bagi mahasiswa yang terdaftar di ITB, ITS, IPB, UGM, UI, UNAIR, UNDIP, UNIBRAW, atau UNPAD jurusan MIPA, Ekonomi, dan Teknik. Batas waktu pendaftaran 15 Maret 2012. Untuk informasi selanjutnya, silahkan klik 
www.scholarshipandmore.org

2. SMBC Global Foundation Scholarship Program

Beasiswa ini khusus ditawarkan kepada mahasiswa tingkat 2 yang terdaftar di UI dan UNPAD jurusan Hukum atau Ekonomi. Pendaftaran dibuka pada bulan November.


3. The Paiton Energy - Indonesian Young Leaders Scholarship Program (IYLSP)

Beasiswa ini khusus ditawarkan kepada mahasiswa tingkat 3 yang terdaftar di ITB, ITS, UNAND, UNBRAW, dan UNDANA. Pendaftaran dibuka pada bulan Oktober.

 
Catatan
: untuk mahasiswa yang ingin mendaftar pada ketiga beasiswa tersebut harus memiliki prestasi akademik yang baik, aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan atau kegiatan sosial dan membutuhkan keuangan.
 
B. Untuk Master (S2) dan PhD (S3) 


1. Graduate Degree Fellowship Program

Beasiswa yang berasal dari Universitas Hawaii ini ditawarkan kepada mahasiswa lulusan S-1 jurusan Ekonomi, Politik & Keamanan, Lingkungan, Populasi & Kesehatan, dan Pendidikan. Batas waktu pendaftaran 1 November 2012. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan klik 
linkhttp://www.eastwestcenter.org/

2. Program To Extend Scholarship And Training To Achieve Sustainable Impacts (PRESTASI)

Beasiswa untuk program S-2 ke Amerika Serikat yang didanai oleh USAID ini ditawarkan untuk jurusan Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan Hidup, Ekonomi, Demokrasi, dan Pemerintahan. Kesempatan beasiswa ini terbuka tidak hanya untuk pegawai negeri sipil, tetapi juga wartawan, dan umum. Dengan catatan, ditujukan bagi calon pemimpin muda Indonesia yang bisa menerapkan ilmunya pasca studi. Informasi lebih jauh tentang beasiswa ini, klik 
http://www.eastwestcenter.org/.

3. The Ford Foundation International Fellowship Program (IFP)

Beasiswa ini diperuntukkan bagi mereka yang kurang terlayani akses ke perguruan tinggi. Mereka dibina untuk memajukan jiwa kepemimpinan dan keadilan sosial sehingga dapat memberikan kontribusi yang luar biasa dalam bidangnya masing-masing di negara mereka sendiri. Namun, saat ini pendaftaran pada program beasiswa ini masih ditutup

 
C. Non-akademik


1. Asia Pacific Leadership Program

Program ini adalah program pertukaran yang bertujuan untuk melatih jiwa kepemimpinan dan pelatihan di Universitas Hawaii selama 5-9 bulan.  Waktu pendaftaran dapat dilihat pada situs web
http://www.eastwestcenter.org/

2. Bellagio Center Residency Program

Beasiswa ini untuk memajukan penelitian dan secara profesional berlangsung selama 4 minggu. Kesempatan ini ditujukan untuk para sarjana, seniman, pemimpin, pembuat kebijakan dan praktisi yang memiliki prestasi baik di bidang mereka. Pendaftaran dibuka pada tanggal 1 Maret hingga 2 Mei 2012. Informasi lebih lanjut, klik 
http://www.rockefellerfoundation.org/bellagio-center/residency-programs

3. Changing Faces Womens Leadership Program

Event ini adalah seminar kepemimpinan yang digelar di Universitas Hawaii yang diperuntukkan bagi perempuan profesional yang memiliki jiwa kepemimpinan, aktif dalam pengembangan masyarakat, pembangunan perdamaian (pasca-konflik), atau dapat berdialog antarkomunitas dan antaragama, serta memiliki pengalaman kerja minimal 5 tahun. Kapan bisa mendaftarkan diri untuk acara ini? Silakan klik
http://www.eastwestcenter.org/

4. Indonesia English Language Study Program (IELSP)

IELSP ini merupakan program beasiswa yang menawarkan kesempatan untuk mengikuti kursus bahasa Inggris di berbagai universitas Amerika Serikat. Program ini di khususkan bagi mahasiswa S1 (semester 5 keatas) di seluruh Indonesia dan harus aktif berorganisasi. Program beasiswa ini didanai oleh Departemen Luar Negeri AS dan Kedutaan Besar AS di Indonesia. Pendaftaran dibuka mulai bulan Oktober. Untuk informasi lebih lanjut silahkan buka situs resminya, yaitu 
www.iief.or.id

5. Jefferson Fellowship Program

Program ini berdurasi selama tiga minggu yang diisi dengan kegiatan diskusi, serta kursus singkat yang berkaitan dengan media. Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut 
http://www.eastwestcenter.org/

Pada program ini, peserta akan bertemu dengan para jurnalis dari seluruha dunia dan melakukan kunjungan ke Voice of America.  

 
6. New Generation Seminar

Program ini adalah seminar kepemimpinan di Universitas Hawaii untuk para generasi muda yang memiliki prestasi dibidang kepemiminan. Kapan pelaksanaan seminar untuk tahun 2012 ini, dapatkan informasinya di situs web 
http://www.eastwestcenter.org/

7. Summer Seminar on Population

Seminar Populasi dan Kesehatan ini lebih diutamakan untuk para lulusan yang memang ditunjuk dari universitas, instansi pemerintah, atau organisasi swasta yang terlibat dalam populasi dan penelitian kesehatan. Selain itu juga untuk kandidat doktor yang disertasi penelitiannya langsung berkaitan dengan topik lokakarya. Untuk informasi lebih lanjut 
www.eastwestcenter.org

(sumber: Kompas.com) 

Sunday, February 26, 2012

Manfaat Belajar di Luar Negeri

Bersekolah di luar negeri merupakan impian bagi banyak orang. Banyak alasan yang mendasari banyaknya pelajar melanjutkan studi ke negeri orang, seperti ingin mendapatkan mutu pendidikan yang lebih baik. Selain itu ada banyak manfaat yang dapat diperoleh dari belajar di luar negeri seperti beberapa yang disimpulkan dibawah ini:
 
1. Pengalaman baru
Dengan kuliah di luar negeri berarti akan menemukan suasana baru yang secara otomatis akan mendapatkan pengalaman baru yang tidak didapati di dalam negeri. Semakin banyaknya pengalaman di luar negeri maka orang tersebut akan mengerti tentang dunia luar.  

2. Memiliki teman dari mancanegara
Memiliki teman dari mancanegara akan memperbanyak dan menambah koneksi yang nantinya akan sangat berguna sebagai penunjang karier, apalagi jika berencana menetap dan bekerja  di luar negeri. Selain hal tersebut keuntungan lain yang bisa didapatkan adalah dapat bertukar informasi dan pengalaman.

3. Menambah kemampuan bahasa
Dengan berinteraksi dengan penduduk setempat, berarti mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan bahasa serta mengasah cara berbicara dengan dialek seperti penutur aslinya. Selain itu semakin banyak teman dari mancanegara maka dapat memotivasi kita untuk mempelajari bahasa asing lainnya. Nah semakin bertambah kan bahasa asing yang bisa dikuasai.

4. Menambah wawasan
Wawasan mengenai dunia sudah pasti bertambah, baik itu segi pandang terhadap dunia, pendidikan, kehidupan, teknologi, pengetahuan, dll. Ragam budaya/kultur yang dirasakan dapat menjadikan kita pribadi yang multikultur. Sehingga kita dapat memposisikan diri bagaimana berinteraksi dengan masyarakat mancanegara. Dengan memahami kultur yang berbeda, kita dapat  belajar, membandingkan dan kemudian mengambil hikmahnya.

5. Kepribadian yang mandiri
Disini kita dapat melatih diri untuk hidup mandiri dan beradaptasi dengan lingkungan baru. Disamping itu pula belajar mengatur keuangan dan bertahan, tidak melulu bergantung/berharap pada orangtua. Akhirnya menjadikan kita pribadi yang dewasa dan cermat.

6. Pendidikan di luar negeri (terutama di negara maju) pendidikannya lebih maju
Biasanya tingkat pendidikan diluar negeri ditunjang dengan teknologi yang maju terutama di negara yang sudah maju. Selain itu universitas diluar negeri (negara maju) peringkatnya lebih tinggi dan statusnya lebih diakui dan terakreditasi. Bisa juga melakukan studi perbandingan antara pendidikan di dalam negeri dan luar negeri.

7. Referensi yang lebih baik
Biasanya dengan kuliah di luar negeri kita bisa mendapatkan banyak buku referensi yang belum tentu ada di negeri kita. Begitu pula dengan jurnal-jurnal terbaru untuk mengembangkan ilmu. Sudah bukan rahasia lagi, bahwa di negara kita anggaran pendidikan masih minim. Jadi wajar saja jika perpustakaannya pun mungkin tidak sesuai standar yang seharusnya.

8. Memudahkan mencari pekerjaan di dalam negeri
Setelah lulus kuliah dari universitas di luar negeri dan berkeinginan berkarier di dalam negeri, maka ijazah yang didapat dari luar negeri akan memudahkan mencari pekerjaan karena biasanya dianggap memiliki prestisi yang lebih tinggi.

(dari berbagai sumber) 

Sunday, January 15, 2012

Beasiswa? Yuk kenalan..

Beasiswa menjadi tiket bagi para pelajar maupun mahasiswa dengan kemampuan ekonomi terbatas namun ingin mengenyam pendidikan setinggi mungkin. Terutama jika universitas impian tersebut berada di luar negeri yang membutuhkan biaya besar.

Namun, sebelum mengajukan beasiswa, kamu perlu mengetahui lebih dulu berbagai jenis beasiswa yang ditawarkan baik oleh instansi pemerintah maupun universitas yang bersangkutan. Pertimbangan selanjutnya adalah, apakah beasiswa tersebut menanggung seluruh biaya perkuliahan hingga lulus atau hanya sebagian.

Menurut Buku Pintar Beasiswa, dari segi pendanaan, beasiswa dibagi menjadi dua kategori, yaitu beasiswa penuh dan beasiswa sebagian. 
 
1. Beasiswa penuh (full scholarship)
Sesuai namanya, beasiswa penuh meliputi pendanaan seluruh komponen pendidikan. Jenis beasiswa ini menanggung biaya kuliah, akomodasi, biaya hidup, asuransi, buku pelajaran, biaya penelitian, dan tiket perjalanan. Secara keseluruhan, komponen pendanaan beasiswa penuh hampir sama. Namun, ada pula penyedia beasiswa yang memberikan pendanaan bantuan bagi keluarga tanggungan penerima beasiswa. Contoh program beasiswa penuh, yaitu Chevening, Australian Development Scholarship (ADS), dan Ford Foundation.

2. Beasiswa sebagian (partial scholarship)
Program beasiswa ini hanya menanggung biaya tertentu saja selama kamu menjalani perkuliahan. Misalnya, pihak sponsor hanya menanggung biaya perkuliahan, akomodasi, dan perjalanan, sementara kamu harus menyediakan dana untuk biaya hidup. Program ini biasanya banyak ditawarkan oleh pihak universitas atau untuk program pendidikan pendek (short/summer course). Jika tetap ingin mengambil beasiswa parsial, baca kembali peraturan yang ditetapkan oleh pihak sponsor terkait izin untuk mencari pihak sponsor lain guna menutupi biaya yang tidak ditanggung.

Selain beasiswa penuh dan parsial, beasiswa juga dapat digolongkan berdasarkan pihak penyedia. Program ini terbagi menjadi beberapa jenis yaitu berasal dari swasta, pemerintah, serta komunitas tertentu.

a. Beasiswa dari pemerintah
Program ini ditawarkan oleh departemen atau lembaga pemerintahan. Di Indonesia, sejumlah kementerian pun memiliki program ini dan tidak terbatas ditujukan pada pegawai instansi tersebut. Contoh, beasiswa dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan sebagainya.

b. Beasiswa dari pihak swasta
Umumnya, program Coorporate Social Responsibility (CSR) di sejumlah perusahaan swasta di Indonesia saat ini menyasar bidang pendidikan. Tidak heran, banyak tawaran beasiswa yang bisa kamu ajukan.

c. Beasiswa yang berasal dari negara maju dan donor internasional
Beberapa contoh beasiswa yang merupakan kerja sama Indonesia dengan negara lain, yaitu beasiswa ADS dari pemerintah Australia yang dikelola oleh Ausaid, beasiswa Chevening dari pemerintah Inggris yang dikelola British Council, beasiswa Fullbright pemerintah AS yang dikelola America Indonesia Exchange Foundation (Aminef), pemerintah Belanda melalui beasiswa yang dikelola Nuffic Neso (NEC), dan beasiswa Monbukagakusho dari pemerintah Jepang.

d. Beasiswa yang berasal dari komunitas, organisasi, atau yayasan
Program ini ditawarkan oleh komunitas, organisasi, atau yayasan tertentu dengan berbagai latar belakang, baik sosial, akademik, maupun keagamaan. Di Indonesia, beasiswa dari The Habiebie Center merupakan contohnya.

Mengenali dengan baik program beasiswa yang kamu ajukan sangat penting agar kamu dapat mempersiapkan dari jauh hari segala pendanaan yang belum ditanggung oleh pihak sponsor. Selain itu kamu dapat memahami dengan baik hak-hak serta kewajiban yang ada dengan pemberi beasiswa sehingga ketika terjadi pengingkaran, kamu dapat melaporkannya.
 
 
(Sumber: www.okezone.com)